Example floating
Example floating
BeritaDaerahKota Palopo

Palopo Memanas: Imam Masjid Jadi Korban Pengeroyokan, Kini Berujung Saling Lapor

6
×

Palopo Memanas: Imam Masjid Jadi Korban Pengeroyokan, Kini Berujung Saling Lapor

Sebarkan artikel ini

Palopo, NUSANTARAHEBAT.CO.ID – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang imam masjid di Kota Palopo kini memasuki babak baru yang semakin pelik. Peristiwa yang awalnya menempatkan sang imam sebagai korban, justru berkembang menjadi perkara saling lapor antara pihak yang terlibat.

Ahmad (62), Imam Masjid As-Salam Benteng, sebelumnya melaporkan aksi pengeroyokan yang dialaminya. Namun secara mengejutkan, ia kini turut dilaporkan balik atas dugaan penganiayaan terhadap seorang anak.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, mengungkapkan bahwa laporan terhadap Ahmad diajukan oleh ibu dari bocah tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Kamis (30/4/2026).

“Pihak ibu anak juga membuat laporan ke Unit PPA terkait dugaan penganiayaan,” ujar Marsuki, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan, kasus ini kini ditangani oleh dua unit berbeda. Laporan dugaan penganiayaan diproses oleh Unit PPA Polres Palopo, sementara laporan pengeroyokan terhadap Ahmad ditangani oleh Polsek Wara.

Menurut keterangan pelapor, anaknya disebut menjadi korban kekerasan. Meski demikian, polisi masih mendalami bentuk dugaan penganiayaan yang dimaksud.

“Ini perkara saling lapor. Satu laporan di PPA, satu lagi di Polsek Wara. Kami masih mendalami keterangan dari kedua belah pihak,” jelasnya.

Di sisi lain, ibu bocah tersebut juga masuk dalam daftar terlapor dalam kasus pengeroyokan yang dilaporkan Ahmad. Polisi pun berencana memanggilnya guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

“Untuk sementara, yang teridentifikasi baru ibu dari anak tersebut. Namun kami akan melakukan pemanggilan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat,” tambah Marsuki.

Penyelidikan masih terus berjalan. Hingga kini, polisi telah memeriksa empat orang saksi dan menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak terduga pelaku pada pekan depan. Proses hukum juga masih menunggu hasil visum sebagai dasar peningkatan status perkara ke tahap penyidikan.

Peristiwa pengeroyokan itu sendiri terjadi di depan Masjid As-Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, pada Rabu (29/4/2026) sore. Ahmad diduga diserang oleh sejumlah orang tak dikenal tak lama setelah memimpin salat Ashar.

Kasus ini pun menyita perhatian publik, mengingat melibatkan tokoh agama dan anak di bawah umur, serta berpotensi menyeret lebih banyak pihak dalam pusaran hukum yang kini terus berkembang.







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *