Example floating
Example floating
Kota Palopo

SPBU DANGERAKKO 74.919.24 Diduga Jadi Lahan Bisnis BBM Subsidi.

81
×

SPBU DANGERAKKO 74.919.24 Diduga Jadi Lahan Bisnis BBM Subsidi.

Sebarkan artikel ini

PALOPO, NUSANTARAHEBAT.CO.ID — Dugaan penyimpangan penyaluran BBM Subsidi lagi lagi mencuat di kota palopo SPBU 74.919.24 melakukan pengisian yang tak wajar.

Ahmad, Ketua Investigasi LSM progress blak blakan menyebutkan bukan hanya sekedar tempat pengungsian bahan bakar, tapi juga merupakan tempat ajang transaksi terselubung yang dikendalikan oleh pemilik SPBU. Sabtu 7 Februari 2026.

Dalam penelusuran tim LSM progress, telah menemukan beberapa keganjalan dalam pengisian BBM, yang diperkuat oleh keterangan saksi yang juga melihat langsung kejadian ini, dimana ia mengatakan mobil truk 6 roda warna merah, putih , kuning itu melakukan pengisian 3 sampai 4 Juta, dan mobil phanter warna biru dan hitam yang Diduga milik owner dan pelangsir melakukan pengisian tak wajar, yang mana juga melakukan pengisian sampai 4 juta.

“Kami antri sampai beberapa jam dan kehabisan, itumi mobil yang mengisi sampai 4 juta. Inimi yang menyebabkan antrian yang panjang dan langkanya BBM Subsidi di SPBU, “Ujar X (nama samaran) salah satu pengendara yang juga merupakan warga kota palopo.

Fenomena ini bukan lagi hal yang baru, sejumlah sumber menyebut praktek tersebut sudah berlangsung lama, namun tetap aman aman saja. Kami menduga jangan jangan ada bekingan yang bermain di belakang layar.

Ahmad Menegaskan, pembiaran semacam ini menambah kecurigaan kalau ada orang hebat dibelakang nya.

“Kalau dibiarkan, jelas rakyat yang jadi korban. Sementara mafia BBM semakin kaya. Kami mendesak BPH Migas, Pertmina Patra Niaga, Polda Sulsel, Hingga Polres palopo untuk turun tangan, jangan biarkan persoalan ini berlarut-larut, dan kami harap ada tindakan nyata.”harapnya.

LSM progress meyakini Kasus di SPBU Dangerakko ini hanyalah satu dari banyaknya pintu gelap distribusi solar bersubsidi di Sulawesi Selatan.

Jika pola ini dibiarkan, maka subsidi negara akan terkuras masuk ke kantong kantong para mafia, bukan ke masyarakat yang benar benar berhak, “pungkas Ahmad









Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *