Parepare,NUSANTARAHEBAT.CO.ID – Menjawab tantangan pengelolaan sampah dan pentingnya pemberdayaan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan terobosan nyata di Kelurahan Lakessi, Parepare, Rabu (30/7/2025).
Melalui program kerja yang berfokus pada tata kelola keuangan, mereka mendampingi pengurus Bank Sampah dalam menerapkan sistem pembukuan yang sederhana namun transparan.
Dipimpin oleh Angelica Gedelia Tandyoga, program ini dirancang untuk memperkuat fondasi administrasi Bank Sampah dengan memperkenalkan sistem pencatatan keuangan yang mudah dipahami. Sistem ini mencakup penggunaan buku kas harian, buku tabungan anggota, serta buku stok barang, sebagai sarana dokumentasi keuangan dan inventaris yang teratur.
“Bagi kami, pembukuan dimulai dari memahami ke mana uang masuk dan ke mana uang keluar,” ujar Tahir, pengurus Bank Sampah Lakessi, kepada awak media, Jumat (1/8/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa dalam buku kas harian, kolom Debit menandai uang masuk dari hasil penjualan sampah ke pengepul, sementara kolom Kredit mencatat pengeluaran seperti pembelian sembako dan biaya operasional.
Meski menggunakan istilah akuntansi, pendekatan yang digunakan tetap disesuaikan dengan kapasitas komunitas setempat. Setoran sampah dari anggota, misalnya, tidak selalu melibatkan uang tunai, melainkan dikonversi menjadi “poin” yang dicatat dalam Buku Tabungan Anggota dan bisa ditukarkan dengan sembako.
Model Bank Sampah Tukar Sembako ini semakin menuntut akurasi dalam pencatatan, apalagi dengan kebutuhan pengelolaan stok barang.
“Kami juga menerapkan pencatatan Buku Stok Barang. Dengan begitu, kami bisa memantau berapa sembako yang masuk dan keluar setiap periode,” Tambah Tahiir
Penentuan harga dalam transaksi di Bank Sampah juga memperhatikan prinsip keadilan. Harga beli sampah dari anggota ditentukan berdasarkan harga jual ke pengepul, dikurangi margin untuk operasional.
Sementara itu, sembako yang diberikan kepada anggota cenderung disubsidi, demi meringankan beban ekonomi warga.
Sebagai bentuk transparansi, Bank Sampah secara rutin akan menyusun Laporan Pemasukan dan Pengeluaran. Laporan ini menyajikan ringkasan arus kas selama satu periode dan memberikan gambaran apakah operasional Bank Sampah berada dalam kondisi surplus atau defisit.
Melalui kolaborasi mahasiswa KKN Unhas dan komunitas lokal, program ini tidak hanya memperkuat kapasitas administrasi Bank Sampah, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan antaranggota serta membuka peluang keberlanjutan model ekonomi sirkular berbasis komunitas.















